Rabu, 02 November 2016

Toilet Training Ala Babang Op

Assalammualaikum....

Sekarang saya adalah seorang ibu, tepatnya sudah menjelang 18 bulan (nanti tgl 9 November 2016) anak saya lahir pada tgl 9 Mei 2015. Namanya Muhammad Arof Alfatah. Kami senang memanggil dia dengan panggilan Eceum dari kata Handsome (yang dicadel-cadelin) yang artinya ganteng. Sekarang seiring berjalannya waktu, Eceum gak mau di panggil Eceum dia memilih panggilannya sendiri yaitu "Babang". Oke deh Bang.... :)
Kali ini umi Arof mau share cerita awal mula Babang harus Toilet Training. Jadi awalnya aku dan suami berencana untuk mulai toilet training pas Babang Op umur 17 bulan itupun hanya saat aku libur kerja dan itupun hanya untuk tidak pake diapers, pipis dimanapun itu jadi resiko supaya aku rajin bawa Babang ke toilet. Namun, pada usia Babang 15 bulan ia terkena ruam popok yang parah, udah berobat ke dokter dan beli obat mahal tapi masih belum sembuh juga. Akhirnya kami memutuskan Babang untuk lepas diapers setiap hari. Mau gak mau kami harus merepotkan lagi Neneknya Babang (ibu saya). Hampura nya mak...
Awal mula Babang lepas diapers ya pastinya pipis dan pup sembarangan dan setiap sebelum berangkat kerja aku selalu doktrin Babang dengan kata-kata "Babang, kalo pipis bilang pipis ya...!" tidak bosan-bosannya aku mengatakan kata-kata itu, tapi namanya juga anak-anak bilang pipisnya setelah udah banjir. :') Akupun tidak pernah menyalahkan Neneknya Babang kalau kejadiannya seperti ini, karena ibuku juga selalu bawa Babang ke toilet untuk pipis, tapi ya Babangnya ditungguin gak pipis-pipis, malah kalau udah dipakein celana baru dia pipis. :')

Hampir 2 minggu kejadian ini berlangsung, suatu hari di hari minggu giliran umi yang mesti dikerjain Babang. Alhamdulillah Babang sudah mulai terbiasa pipis di toilet jadi waktu itu setiap satu jam sekali atau setiap Babang pegangin burungnya  aku cepat-cepat angkat dia ke toilet dan lepas celananya, dan dia pasti pipis :). Babang pintar (jangan lupa kasih pujian). Pada hari itu dia tidak pipis sembarangan sama sekali dan saat mau pup juga begitu, bedanya kalau saat pup Babang kelihatan mukanya mengejan (ngeden) buru-buru lepas celana babang dan lari ke toilet dan dudukin dia di pangkuan kita sambil berhadapan. Jadi posisinya lubang pantat Babang ada di atas lubang toilet jadi aku ikutan jongkok juga (toilet yang kami pakai toilet jongkok biasa).
Nah... dari saat itu Babanng kalau mau pipis atau pup selalu bilang "pipih" atau "ee" jadi kita semua bergegas ajak dia ke toilet atau kadang-kadang dia jalan sendiri ke toilet dan pipis/pup sendiri (masih pakai celana). Tapi jangan salah dia kadang-kadang masih suka keceplosan pipis/pup dicelana sembarangan (namanya juga anak kecil yak) mungkin itu dia udah gak tahan atau biasanya lagi posisi di gendong.

Bangga banget sama anak satu ini, alhamdulillah banyak sekali perkembangannya. Jangan lupa untuk tetap sabar menghadapi anak-anak ya bu-ibu dan kasih dia pujian kalau berhasil melakukan sesuatu walaupun itu hal-hal kecil. Semangat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar