Kamis, 12 Februari 2015

Korban Bullying (Part 1)

Ini kisah nyata. Dulu... Duluuuu sekali sewaktu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, di daerah Jakarta Barat SDN 08 Pagi saat itu aku kelas 3 dan sudah menjadi korban pembullyan. Selama hampir 1 tahun saya di bullying oleh teman sekelasku. Sampai sekarang saya masih ingat wajahnya yang kental dengan ciri khas suku batak dan tentu saja namanya yaitu T***n. Kita sebut dia saja dia "Mawar".
Awal mulanya memang tidak pernah terfikir saya akan seperti itu. Hanya karena waktu itu anak-anak SD termasuk saya senang main Lotre yang pakai " tarik benang" kalau beruntung ya dapat hadiah. Kebetulan saya beruntung dapat anak ayam, namun bentuknya masih berupa kupon dan saya berencana menukarkan kupon itu sepulang sekolah. Dengan bangga saya menunjukkan kupon bertuliskan "anak ayam" pada teman sekelas saya. Ternyata bukan saya saja yang punya kupon anak ayam itu, teman saya si mawar juga dengan bangga menunjukkan kupon yang sama. Ah... Antusiasme saya brrkurang saat tahu ada anak hebat lain yang punya kupon sama.
Singkat cerita sudah saatnya pulang, namun saat saya berniat menukarkan kupon itu, ternyata kupon hilang entah kemana. Dengan besar hati saya ikhlaskan kupon itu. Saat itu juga mawar datang pada saya mengajak menukarkan kupon bersama. Sayapun bilang "kupon gw dah ilang" dan seolah-olah bagaikan pahlawan si mawar dengan berbaik hati, memberikan kuponnya untuk saya, "ya udah ni buat lu aja". Sontak sayapun senang dan mengucapkan terimakasih padanya.
Tanpa basa-basi lagi saya berlari mengejar abang lotre yang punya banyak stock anak ayam dan menukarkannya. Hari itu berkat mawar, saya pulang dengan membawa anak ayam yang sudah diberi warna sepuhan merah. Bahagianya menjadi anak kecil saat itu.
Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar