Senin, 17 Juni 2013

Terimakasih yah Patah!!

Apa yang terbayang difikiranmu saat mendengar kata patah? #Retak. Tidak, patah itu lebih dari retak, atau terbayang sebuah penggaris yang terbagi menjadi dua bagian atau bahkan lebih. Bukan hanya penggaris yang bisa patah, yang namanya hatipun bisa patah. Biasanya digambarkan dengan gambar hati yang terbelah dua. Dari gambaran itu saja bisa kita bayangkan bagaimana rasanya patah hati.

Aku pernah menuliskan sebuah puisi untuk seseorang di masalaluku yang berbunyi

Aku ingin menemanimu saat kau
kesepian
Aku ingin menenangkanmu saat kau
gelisah
Aku ingin memelukmu saat kau
kedinginan
Aku kan berusaha membahagiakanmu
semampuku
Walaupun hasilnya tak cukup
membuatmu bahagia
Apapun kau sebut aku,
Aku tak peduli
Selama aku bisa mengisi
kekosonganmu
dan
Selama dunia berputar
Aku berusaha menjadi yang terbaik
buatmu
Hanya buatmu
Buat yang tersayang
yang makin ku sayang

Dalam puisi ini digambarkan seseorang yang sangat mencintai kekasihnya tanpa harus memiliki. Ia merasakan Patah hati yang sangat luar biasa, karena dia tidak bisa membahagiakan kekasihnya dengan apa yang dia miliki namun ia punya cara sendiri membahagiakan kekasihnya yaitu dengan membiarkannya pergi dengan oranglain.

Patah yang menggoreskan luka dihatinya membuat ia sadar betapa cinta makhluk yang sejati itu tidak ada. Semua akan pergi menjauh dari kita dan akan kembali pada yang Berhak. Patah yang menggoreskan luka dihatinya membuat ia lebih bersyukur karena dengan luka kita tau rasanya bahagia. Patah yang menggoreskan luka dihatinya membuat hatiy dan jiwanya lebih baru. Tanpa Patah yang menggoreskan luka dihatinya pada masa lalu mungkin tak akan ada jiwa tegar di saat ini.

Ahhh Sudahlah Curcolnya!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar