Sabtu, 15 Juni 2013

Wanitaku...

Izinkan aku bercerita tentang rindu...
Rindu yang dalam kepada seorang wanita yang saat ni usianya sudah kepala empat. Ia adalah wanitaku. Wajah dan akhlaknya yang sangat cantik, memaksaku menobatkan beliau sebagai Mrs. Inner Beauty in d World. Beliaulah lah yang dengan langkah kaki gontainya memperjuangkan hidupku dan adik-adikku dan Beliaulah yang dengan sisa tenaganya berusaha membahagiakan kami. Beliau yang ku panggil "Emak" :-)

***Hanya Ibu,***
Hanya Ibu yang memaafkanku ketika
orang- orang tak lagi memaafkan
Hanya Ibu yang memandangku ketika
orang- orang tak lagi memandangku
Hanya Ibu orang pertama yang
menyambut kedatanganku
Hanya Ibu orang pertama yang
mengantarkan kepergianku
Hanya Ibu orang yang paling tersakiti
ketika aku terluka
Hanya Ibu yang darah, air mata, dan
keringatnya rela ia korbankan demi
aku.

Saat ini, rasanya ingin sekali kudekap beliau. *curucud ceurik :'(" Tapi, jarak ini menjauhkan tanganku dari tubuhnya. Yahhh... Mau apalagi mungkin Allah lebih ingin aku mandiri, karena aku sadar bila dekat dengan Emak, aku hanya bisa melukai hatinya. Walaupun begitu, Emak gak pernah bilang kalau beliau terluka, hanya aku dapat melihat rona kekecewaan di wajahnya.

Aku ini anak yang apa....? Tidak  berguna, bahkan sampai sebesar inipun tak pernah aku bahagiakan beliau.
Aku ini punya apa....? Tidak ada sesuatupun yang dapat kuberikan untuk memnahagiakan Emak, membuat beliau bangga sedikitpun tak pernah. Hanya bisa merengek, menyakiti beliau, namun dengan tegarnya beliau tetap jadi malaikat tanpa sayap bagiku. Terus menyambung doa ke doa untuk kami. Aku ingin dekap beliau... Aku ingin bahagiakan beliau. Ya... paling tidak, cukup dengan tidak membuatnya sakit hati. Karena benar bagaimanapun, kasih sayang ibu takkan pernah terbalaskan.

Aku cinta wanitaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar