Semalam saya mendatangi guru ngaji saya, karena kebetulan saya sedang pulkam ke Sumedang. Beliau bertanya seputar kisah asmara saya yang menurut saya semakin tidak jelas. Dengan keadaannya yang semakin tidak jelas beliau menyimpulkan kalau "dia" (laki-laki yang melakoni kisah cinta saya) bukan jodoh saya.
Tidak ada kekecewaan ketika beliau mengatakan itu. Tapi, sejujurnya saya masih "ngarep" klu dia bisa berubah, kita akan berjodoh. Esok hari tepatnya hari ini, ketika saya hendak kembali ke Jakarta, si dia sms saya minya dibawakan oleh-oleh karena nanti sore dia ingin bertemu dengan saya. Dengan penuh semangat (karena jujur saya masih ngarep) sayapun membelikan dia oleh-oleh khas kota saya, Tahu Sumedang.
Memang harga tahunya tidak seberapa. Tapi perjuangan bawa tahunya itu lohhh... Huft PR banget, karena ternyata keresek dan bongsangnya hampir rusak. Mau dimasukkin ke dalam tas udah penuh, dus juga udah diiket. Yahh gak apalah saya bawa saja. Demi si dia.
Sesampainya di kostan, saya mendapat sms dari si dia yang bertanya dimana posisi saya sekarang, lalu disusul sms selanjutnya yaitu permohonan maaf dari dia, karena gak jadi ke kostan. Dengan sangat kecewa sekaligus marah sayapun membalas sms dari dia.
Kesal, merasa tidak dihargai, dan nyesel bercampur jadi satu di dalam hati yang kemudian mengkristal jadi air mata.
Salah saya!! Kenapa masih berharap pada oranglain? Kenapa masih aja ge.er dikasih harapan palsu?
Ya Allah... Saya tak ingin kecewa lagi, mungkin memang benar dia bukan jodoh saya. Ya Rabb... Ampuni hamba belum menyandarkan sepenuhnya urusan hamba padaMu, Jadikan hamba hanya berharap padaMu, bukan pada makhlukMu yang sama-sama butuh pertolonganMu, agar tak ada lagi kekecewaan dalam hati ini.
Aamin Summa Aamin
Sabtu, 29 Juni 2013
Salah saya!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar